Jumat, 27 Januari 2012

MAKALAH LINGKUNGAN HIDUP

BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
Perubahan iklim global merupakan malapetaka yang akan datang! Kita telah mengetahui sebabnya - yaitu manusia yang terus menerus menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas bumi.
Kita sudah mengetahui  sebagian dari akibat pemanasan global ini - yaitu mencairnya tudung es di kutub, meningkatnya suhu lautan, kekeringan yang berkepanjangan, penyebaran wabah penyakit berbahaya, banjir besar-besaran, coral bleaching dan gelombang badai besar. Kita juga telah mengetahui siapa yang akan terkena dampak paling besar - Negara pesisir pantai, Negara kepulauan, dan daerah Negara yang kurang berkembang seperti Asia Tenggara.
Selama bertahun-tahun kita telah terus menerus melepaskan karbondioksida ke atmosfir dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi. Hal ini telah menyebabkan meningkatnya selimut alami dunia, yang menuju kearah meningkatnya suhu iklim dunia, dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi juga mematikan. Greenpeace percaya bahwa hanya dengan langkah pengurangan emisi gas rumah kaca yang sistematis dan radikal dapat mencegah perubahan iklim yang dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih parah kepada ekosistem dunia dan penduduk yang tinggal didalamnya.

B.   RUMUSAN MASALAH
Perubahan Iklim merupakan tantangan yang paling serius yang dihadapi dunia di abad 21. Sejumlah bukti baru dan kuat yang muncul dalam setudi mutakhir memperlihatkan bahwa masalah pemanasan yang terjadi 50 tahun terakhir disebabkan oleh tindakan manusia. Pemasan global di masa depan lebih besar dari yang diduga sebelumnya. Sebagian besar setudi tentang perubahan iklim sepakat bahwa sekarang kita menghadapi bertambahanya suhu global yang tidak dapat dicegah lagi dan bahwa perubahan iklim mungkin sudah terjadi sekarang.


C.   TUJUAN

Agar kita sebagai peserta didik atau praja IPDN dapat mengetahui dan memahami tentang perubahan iklim dan apa saja dampak yang terjadi di lingkungan akibat dari perubahan iklim yang terjadi dan juga kita tahu cara mengatasi atau mengurangi serta menanggulangi dampak perubahan iklim tersebt




BAB  II
PEMBAHASAN

A.   PENGERTIAN
Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dalam distribusi pola cuaca secara statistik sepanjang periode waktu mulai dasawarsa hingga jutaan tahun. Istilah ini bisa juga berarti perubahan keadaan cuaca rata-rata atau perubahan distribusi peristiwa cuaca rata-rata, contohnya, jumlah peristiwa cuaca ekstrem yang semakin banyak atau sedikit. Perubahan iklim terbatas hingga regional tertentu atau dapat terjadi di seluruh wilayah Bumi.
Dalam penggunaannya saat ini, khususnya pada kebijakan lingkungan, perubahan iklim merujuk pada perubahan iklim modern. Perubahan ini dapat dikelompokkan sebagai perubahan iklim antropogenik atau lebih umumnya dikenal sebagai pemanasan global atau pemanasan global antropogenik.

B.   DAMPAK  TERHADAP  ATSMOSER

1.   Tingkatan gas rumah kaca
a.    Saat ini, skenario perkiraan terburuk IPCC sudah terjadi atau terlampaui, berjalan menuju suatu bencana besar saat CO2 mencapai 1000 bagian perjuta pada akhir abad ini.1,2 Untuk menjaga planet ini dalam keadaan yang sama seperti saat ini, umat manusia harus berjuang mengurangi tingkat CO2 dari jumlah saat ini sebesar 385 bagian per juta untuk mencapai target stabil sebesar 350 bagian per juta.3
b.    Penyerap karbon sudah jenuh dan sebaliknya menjadi sumber karbon yang memperbanyak alih-alih menyerap gas rumah kaca:
·         Pertumbuhan tanaman global telah menurun selama satu dekade ini (2000-2009) akibat stres karena kekeringan yang dipicu perubahan iklim.4 (Science, Aug 2010) 
·         Lautan menyerap begitu banyak CO2 yang membuatnya menjadi asam pada tingkat yang gawat.5
(University of Bristol researchers, in Nature Geoscience, 2010)
 
c.    Hanya dengan kenaikan rata-rata dunia sebesar 2 derajat Celsius, miliaran ton metana bisa dilepaskan dari Kutub Utara, membuat terjadinya kepunahan makhluk hidup secara masal.6

2.   Peningkatan suhu
a.        Tanpa melakukan tindakan drastis saat ini, skenario buruk kenaikan suhu sebesar 4 derajat Celsius, yang berarti perluasan gurun, penghancuran hutan Amazon, dan pelepasan gas metana dan CO2 secara besar-besaran dari permafrost yang mencair, akan dicapai secepat tahun 2060, tingkat pemanasan yang bisa menjadi bencana besar dengan kenaikan suhu sebesar 5-7 derajat, sepertinya akan terjadi pada akhir abad ini.7,8,9 (UK Met Office, 2009)
b.        Para ilmuwan melaporkan bahwa delapan bulan pertama dari tahun 2010 telah menjadi masa terpanas yang tercatat secara global.10 (NASA, 2010)
c.         2010 juga merupakan tahun saat panas dan suhu tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya telah tercatat di 16 negara, angka tertinggi yang pernah ada, termasuk Kuwait, Irak, Saudi Arabia, Chad, Nigeria, Rusia, Myanmar, dan Pakistan.11
d.        Pada abad lalu saja, suhu telah naik 0,7 derajat Celsius, 10 kali lebih cepat dibanding sejarah normalnya, akibat tindakan manusia.12
e.        Sepuluh tahun terakhir telah mengalami suhu rata-rata tahunan terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah planet kita.13 (US NASA, 2010)
f.         Tanpa usaha menguranginya, sebagian besar AS, misalnya, pada akhir abad ini akan mengalami suhu ekstrem sebesar 122 derajat Fahrenheit (50 derajat Celsius).14 (Geophysical Research Letters paper, 2008)
g.        Janji yang dibuat oleh pemerintah-pemerintah di Kopenhagen untuk mengurangi gas rumah kaca tidaklah cukup untuk mencegah perubahan iklim yang sedang terjadi. Perubahan iklim akan tetap mengakibatkan peningkatan suhu yang berbahaya sebesar lebih dari 3 derajat Celsius.15 (US Massachusetts Institute of Technology (MIT), 2010)

C.   DAMPAK TERHADAP DARATAN DAN LAPISAN ES

1.   Kekeringan dan pengurunan
a.    Dalam 50 tahun mendatang, ada kemungkinan terjadi kekeringan yang tak dapat diubah (penggurunan permanen) di Amerika Serikat barat daya, Asia Tenggara, Amerika Selatan Timur, Australia Barat, Eropa Selatan, Afrika Selatan dan Afrika Utara. 1(National Oceanic and Atmospheric Administration’s (NOAA), 2009)
b.    Persentase area daratan Bumi yang dicengkeram oleh kekeringan parah lebih dari dua kali jumlah pada tahun 1970 hingga awal 2000.2 (Dai, 2004)
Beberapa contoh kekeringan regional yang terjadi akhir-akhir ini:
·         Di daerah China utara, retakan sedalam 10 meter mulai bermunculan di lahan. Tanpa perubahan yang drastis dalam penggunaan air, akan terdapat sepuluh juta pengungsi lingkungan dari China yang muncul dalam sepuluh tahun ke depan.3 (Sept 2010)
·         Baru saja mengalami banjir bersejarah pada tahun 2009 akibat rekor kenaikan tingkat air Sungai Amazon, beberapa pemukiman di daerah Amazon Brazil telah terisolasi oleh kekeringan dan tidak dapat diakses lagi dengan kapal, hanya bisa dengan berjalan kaki melewati hutan.4,5 (Sept 2010)  

c.    Irak, China, Chad, Australia, Mongolia, daerah Sahel Afrika, beberapa contohnya, telah menderita kondisi kekeringan pada tahun 2010.6,7,8,9,1

2.   Terjadinya cuaca ekstrim
Cuaca ekstrim menjadi lebih hebat dan lebih sering.12,13 (IPCC 2007)Sebagian dari peristiwa bencana utama 2010:
a.    Gelombang panas dan api di Rusia. Musim panas 2010, gelombang panas dan juga udara berpolusi dari kebakaran hutan menyebabkan kematian di Moskow menjadi dua kali lipat dengan total 700 orang setiap harinya.14,15 (Russian Academy of Sciences)  Pejabat Kota Moskow, Rusia melaporkan kenaikan persentase kematian sebesar 60% pada musim panas terakhir ini, ketika hampir 11.000 penduduk kota musnah karena efek luar biasa dari kabut dan asap, serta temperatur yang tinggi.16
b.    Banjir Pakistan. Banjir besar, terparah di dalam sejarah negara ini, mengakibatkan 2.000 kematian, lebih dari 20 juta terluka atau menjadi tunawisma. Seperlima negara tergenang air.17
c.    Tanah longsor China. Banjir dan tanah longsor di negara ini menyebabkan 3.100 korban meninggal dan lebih dari 1.000 orang tanpa jejak hanya pada tahun 2010. Banjir di seluruh China meningkat tujuh kali lipat sejak tahun 1950-an.18  
d.    Brasil juga menghadapi banjir besar yang luar biasa pada bulan April dan Juni 2010 dengan ratusan korban setiap kali terjadi.19
e.    Polandia menderita banjir terparahnya selama beberapa dekade terakhir pada bulan Mei 2010.20
f.     Kebakaran hutan melanda Portugal pada musim panas 2010, dipacu oleh tingkat kelembaban yang rendah, angin kuat, dan rekor temperatur tertinggi 40 derajat Celsius.21
g.    Di Chad and Nigeria pada tahun 2010, kekeringan disusul banjir yang menyapu bersih sedikit panen makanan yang tersisa setelah kekeringan terakhir.22
h.    Dingin dan badai salju luar biasa pada tahun 2010 di India, Eropa Utara, Amerika Utara dan Amerika Selatan.
i.     Banyak gempa bumi dan aktivitas gunung berapi pada tahun 2010 melanda Indonesia, Islandia, Turki, Chili, Haiti, dll.
j.     Pemanasan global dapat menyebabkan gunung berapi berlapis es seperti Eyjafjallaj๖kull Islandia menjadi lebih mudah meletus karena kehilangan es yang menyebabkan hilangnya tekanan pada batu panas di bawah permukaan Bumi.23 (Philosophical Transactions of the Royal Society A, 2010)
k.    Tanah longsor dan salju longsor di pegunungan tinggi telah meningkat selama beberapa dekade ini dikarenakan pemanasan global. Meningkatnya risiko keruntuhan gnung berapi dengan tanah longsor yang dapat mengubur kota-kota.24 (David Pyle, a volcanologist at the University of Oxford, Bill McGuire of University College London and Rachel Lowe at the University of Exeter, UK)


3.   Berkurangnya Hutan
a.     Afrika mengalami kehilangan hutan yang tertinggi kedua pada tahun 2000-2010, yang secara mengkhawatirkan 3,4 juta hektar lenyap setiap tahunnya.26
b.     Penggundulan hutan bertanggung jawab untuk sekitar 20% dari seluruh emisi gas rumah kaca.27,28
c.     Pepohonan menyerap lebih sedikit karbon karena pemanasan iklim.29  Hutan bahkan dapat mulai mengeluarkan CO2 dalam jumlah besar melalui pepohonan dan tanah 30,31,32 (Proceedings of the National Academy of Sciences, 2003. Finnish Environment Institute, 2010) Hutan telah melepaskan CO2 dalam jumlah besar melalui kebakaran hutan.33
d.     Serangan kumbang kulit kayu di hutan Amerika Utara sedang menyebar dengan adanya pemanasan global dan mengubah hutan menjadi pelepas karbon.34 (Nature, 2008)

4.   Pemanasan kutub utara dan selatan
a.    Metana di atmosfer Kutub Utara telah meningkat dengan tajam, sebanyak 33% hanya dalam 5 tahun.35 (Paul Palmer, a scientist at Edinburgh University, 2010) Tanah es yang mencair di Siberia melepaskan lima kali jumlah metana dari yang sebelumnya diperkirakan.36 (Dr. Katie Walter, 2006) Permafrost dangkal bawah laut Beting Kutub Utara Siberia Timur  juga menunjukkan ketidakstabilan dan melepaskan metana dengan jumlah yang signifikan.37 (Professor Igor Semiletov, head of the International Siberian Shelf Study (ISSS), University of Alaska at Fairbanks, USA, 2010) Padang rumput Kutub Utara secara signifikan sudah mengeluarkan lebih banyak metana dan dinitrogen oksida dari perkiraan sebelumnya.38 (Prof. Greg Henry, University of British Columbia) Beberapa ilmuwan menamai pencairan Kutub Utara sebuah “bom waktu yang berdetak.” 39,40,41
b.    Luas Es Laut Kutub Utara pada musim panas tahun ini adalah yang terkecil ketiga dalam catatan, dengan tiga kejadian luas es paling kecil terjadi dalam empat tahun terakhir.42 (Laporan tahunan Pusat Data Es dan Salju Nasional [NSIDC], 2010))  
c.    Pemanasan sekarang membuat tidak mungkin bagi Kutub Utara untuk kembali pada kondisi sebelumnya.43 (National Oceanic and Atmospheric Administration’s (NOAA) Arctic Report Card 2010 Update, USA)
d.    Pada musim dingin 2009-2010, pemanasan Kutub Utara membawa angin dingin dan salju lebat dengan hebat ke Amerika Utara dan Eurasia timur.44,45,46,47 (Dr. James Overland of the NOAA/Pacific Marine Environmental Laboratory, USA, 2010)
e.    Pemanasan keseluruhan telah memperpanjang periode pencairan tahunan laut es Kutub Utara sampai 20 hari lebih panjang sekarang daripada tiga dekade yang lalu, artinya lebih banyak panas bisa diserap oleh laut Kutub Utara, dan berdampak besar pada ekosistem laut dan iklim Amerika Utara.48  (NASA 2010)
f.     Karena es yang menghilang, penjelajah kutub pertama kalinya dapat bertualang mengelilingi Kutub Utara dalam sebuah perahu layar serat kaca kecil, sebuah prestasi yang tidak mungkin dilakukan bahkan 10 tahun yang lalu tanpa kapal pemecah-es karena jalannya tertutup oleh es.49 (Norwegian polar explorer Borge Ousland, voyage started in June 2010)
g.    Kutub Utara memanas dua kali lebih cepat dibanding tempat lain di Bumi.50
h.    Tutupan laut es Kutub Utara tahun 2007 adalah yang terndah dalam catatan dan Lintasan Barat Laut pertama kalinya dapat dilayari.51 Hanya 10% sekarang adalah es yang lebih tua dan tebal, sementara lebih dari 90% baru terbentuk dan tipis.52 Para ilmuwan meramalkan musim panas akan membuatnya tanpa es segera setelah tahun 2012 atau 2013.53,54
i.      Tanpa es yang melindungi untuk memantulkan sinar matahari, 90% dari panas matahari dapat memasuki air terbuka, sehingga mempercepat pemanasan global.55,56
j.     Dua lapisan es besar dunia, Greenland dan Kutub Selatan, sekarang mencair dengan kecepatan yang meningkat, sebelum tahun 2000 lapisan es itu dianggap stabil.57
k.    Greenland sedang mengalami pencairan es dan hilangnya daerah sungai es yang terburuk selama sedikitnya lima dekade terakhir.58 (National Oceanic and Atmospheric Administration’s (NOAA) Arctic Report Card 2010 Update, USA)   Baru-baru ini gerakan gletser menuju laut telah menjadi dua atau tiga kali lipat lebih cepat.59 (Ian Joughin, University of Washington , 2010)  “Gempa es” disebabkan oleh gunung es yang pecah telah terjadi tiga kali lipat lebih banyak sejak tahun 1993.60 (Göran Ekström and Meredith Nettles, Columbia University, USA, 2010)  Yang mungkin terjadi: hilangnya seluruh lapisan es Greenland akan menghasilkan kenaikan permukaan laut setinggi 7 meter.61
l.      Air yang mencair mempercepat pencairan Lapisan Es Greenland yang dapat menyebabkan kehancurannya selama beberapa dekade alih-alih selama beberapa abad, seperti yang sebelumnya diramalkan.62 (Cooperative Institute for Research in Environmental Sciences (CIRES) in Colorado, USA)
m.  Tanggal 5 Agustus 2010, satu-perempat dari Gletser Petermann Greenland, empat kali ukuran dari Pulau Manhattan New York dan yang terbesar selama hampir setengah abad, pecah. “Air segar yang tersimpan di dalam pulau es ini dapat membuat sungai Delaware atau Hudson mengalir selama lebih dari dua tahun,” kata Profesor Andreas Muenchow dari Universitas Delaware.63,64,65
n.    Di Semenanjung Kutub Selatan, 99% gas metana telah terlihat terus-menerus bergelembung keluar dari permukaan laut di daerah-daerah tertentu.66 (Argentine geologist Dr. Rodolfo del Valle)
o.    Ulasan utama yang diterbitkan tahun 2009 menemukan bahwa beting es Kutub Selatan yang khususnya ada di Semenanjung Bagian Barat mundur dengan kecepatan yang terus meningkat, dipercepat oleh memanasnya air di bawah beting tersebut.67,68,69  
p.    Selama tahun 2008, Beting Es Wilkins di Semenanjung Kutub Selatan Bagian Barat hancur.95 Tahun 2002, Beitng Es Larsen B berusia 12.000-tahun yang besar hanya membutuhkan waktu tiga minggu untuk hancur seluruhnya.70
5.   Mencairnya Gletser
a.     Lebih dari 46.000 gletser dan permafrost mencair dengan cepat di “Kutub Ketiga,” simpanan es terbesar Bumi ke-3 setelah Kutub Utara dan Kutub Selatan, berlokasi di dataran tinggi Tibet dan Himalaya. Dikenal sebagai “menara air Asia,” mundurnya gletser di daerah tersebut dapat mempengaruhi lebih dari 1,5 miliar orang di 10 negara.71 (Third Pole Environment program led by Chinese Academy of Sciences, 2010)
b.     Dengan Gletser Chacaltaya Bolivia yang berumur 18.000 tahun sudah hilang, gletser Andes Amerika Selatan lainnya dapat menghilang dalam beberapa dekade.72,73
c.     Gletser-gletser Kyrgyzstan menyurut 3 kali lebih cepat daripada laju tahun 1950-an, atau sebanyak 50 meter setiap tahun. 95% gletser-gletsernya dapat menghilang pada akhir abad ini.74 (Institute of Hydro Energy at the National Academy of Sciences in Bishkek, Kyrgyzstan)
d.     Gunung Kilimanjaro Afrika telah kehilangan 85% lapisan gletsernya sejak tahun 1912 dan dapat hilang sepenuhnya dalam 20 tahun.75 (Proceedings of the National Academy of Science, 2009)
Taman Nasional Gletser AS akan menjadi bebas-gletser pada tahun 2020, 10 tahun lebih awal dari ramalan sebelumnya.76 (US Geological Survey, 2009)

D.   DAMPAK TERHADAP KEANEKARAGAMAN HAYATI
a.     Laju kehilangan keragaman hayati secara mengejutkan 1.000 sampai 10.000 kali lebih tinggi dibanding laju kepunahan yang alami.1,2
“Laju kepunahan spesies saat ini jauh melampaui apapun dari rekaman fosil.” 3
(Philosophical Transactions of the Royal Society B (Biological Science))
Ekosistem mungkin berjalan menuju kerusakan permanen saat banyak negara gagal mencapai tujuan untuk melindungi satwa dan tumbuhan. (UNEP, 2010)4
b.     Hingga 270 spesies unik sekarang hilang setiap hari.5
c.     Beberapa ahli mengatakan Bumi sedang mengalami “peristiwa kepunahan besar keenam” akibat perubahan iklim termasuk dari faktor penyebab yang sebagian besar berasal dari manusia.10
d.     Saat suhu rata-rata global meningkat melampaui 3,5 derajat Celsius, mungkin terjadi kepunahan lebih dari 70% spesies di seluruh dunia. 11 (IPCC) 
         LAPORAN BARU 2010 TENTANG SPESIES YANG MENJADI KORBAN :
a.     Populasi penguin Antartika menurun lebih dari 80% sejak 1975 akibat hilangnya es lautan.6
b.     Kijang karibu Arktik mengalami penurunan tajam karena kelaparan akibat perubahan iklim saat pencairan awal dan pembekuan membuat tumbuhan makanannya tidak bisa dijangkau.7
c.     Mirip dengan tahun 2007 dan 2009, pada bulan September 2010, sepuluh ribu anjing laut menuju pesisir yang merupakan perilaku tidak normal, akibat kurangnya es di lautan, tempat mereka biasanya beristirahat.8
d.     Burung yang bermigrasi sekarat akibat perjalanan yang tidak tepat waktu membuat mereka tidak mendapat persediaan makanan yang cukup saat mereka tiba di tempat tujuan dan/atau tempat-tempat seperti lahan basah pun mengering sehingga tidak lagi menyediakan habitat bagi mereka.9

E.    DAMPAK TERHADAP MANUSIA

1.   Pengunsi iklim
a.    Terdapat sekitar 25-30 juta pengungsi iklim. Jumlah ini dapat meningkat sampai 200 juta, atau sampai 1 miliar pada tahun 2050.1
b.    “Desa pengungsi iklim” Nepal pertama yang berisi 150 orang terpaksa dipindahkan karena kekurangan air akibat perubahan iklim. (July 2010)2,3
2.   Konflik
a.    Komunitas Intelijen Amerika Serikat menganggap pemanasan global sebagai ancaman keamanan yang serius. Analis intelijen terkenal AS Thomas Fingar menyatakan bahwa banjir dan kekeringan akan segera menyebabkan migrasi masal dan kegelisahan di banyak bagian di dunia. (2010)4,5
b.    Bukti merujuk pada pemanasan global sebagai penyebab utama dari kekerasan di Darfur. (Atlantic Monthly, 2007).6,7
3.   Penyakit
a.    Temperatur yang memanas menyebabkan penyebaran malaria, virus Bluetongue, virus West Nile, demam berdarah, dan penyakit-penyakit lainnya yang mencapai jutaan orang lebih banyak dan mereka yang belum pernah terkena sebelumnya, pada lintang yang lebih tinggi atau pada benua-benua baru.8,9
b.    Sebanyak 400 juta orang lagi dapat terkena malaria pada tahun 2080 karena perubahan iklim. (UN)10
c.    Lebih banyak penyakit pernapasan seperti asma dan penyakit mental yang berhubungan dengan bencana diperkirakan terjadi dengan pemanasan global.11,12
4.   Kematian
Bencana-bencana perubahan iklim sudah bertanggung jawab untuk sekitar 315.000 kematian setiap tahun, dengan 325 juta orang lain yang terkena dampaknya secara serius.13 (Global Humanitarian Forum , 2009)

F.    DAMPAK TERHADAP LAUTAN

1.  Kenaikan permukaan laut
a.    Dr. John Holdren, ketua American Association for the Advancement of Science, memperkirakan kemungkinan kenaikan permukaan air laut setinggi 4 meter pada akhir abad ini,16 dan Dr. James Hansen, ketua Goddard Institute for Space Studies NASA, telah menyatakan kemungkinan kenaikan permukaan air laut setinggi 5 meter pada akhir abad ini.17 (2006, 2007, respectively.)
b.    Kenaikan permukaan air laut walaupun hanya setinggi 1 meter akan menyebabkan munculnya lebih dari 100 juta pengungsi iklim dan membahayakan kota-kota besar seperti London, Kairo, Bangkok, Venesia, New York, dan Shanghai.18
c.    Contoh Negara-Negara Yang Terkena Kenaikan Permukaan Air Laut:
·         Âu Lạc (Vietnam). Di daerah pertanian beras negara tersebut, Delta Mekong, air asin lautan telah melampaui batas yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu 60 kilometer dari sungai pada tahun 2010, mengancam 100.000 hektar tanaman padi.19
·         Thailand. Air laut diperkirakan akan mencapai permukaan tanah Bangkok dalam 25 tahun.20 (GEodetic Earth Observation Technologies for Thailand: Environmental Change Detection and Investigation, 2010)
·         Mesir. Lebih dari 58 meter garis pantai telah musnah setiap tahun sejak tahun 1989 di Rasheed.21 (Omran Frihy of the Coastal Research Institute, 2010)
d.    Kenaikan permukaan air laut menyebabkan sedikitnya 18 negara pulau hilang total sementara makin banyak daerah pantai yang terus terancam.22 Lebih dari 40 negara pulau lainnya terancam oleh risiko kenaikan permukaan air laut.23
e.    Kenaikan permukaan air laut mengancam setengah dari populasi dunia yang bertempat tinggal dalam jarak 200 kilometer dari garis pantai. Saat ini, daerah dan delta rendah mengalami akibatnya: 17 juta penduduk Bangladesh telah meninggalkan rumah mereka, terutama karena terjadinya erosi daerah pantai. Sumber air tanah tercemar oleh air asin di Israel dan Thailand, negara pulau kecil di Samudera Pasifik dan India dan Laut Karibia, dan di beberapa delta utama dunia, seperti Delta Yangtze dan Mekong.24
2.   Pengasaman
a.     Saat ini, lautan mengalami pengasaman 10 kali lebih cepat daripada 55 juta tahun yang lalu ketika kepunahan masal spesies laut terjadi.1 (University of Bristol researchers, in Nature Geoscience, 2010)
b.     Jika emisi-emisi tidak dihentikan, kepunahan masal mungkin akan terjadi pada akhir abad ini diikuti dengan penurunan permukaan air daerah pantai dan wabah ganggang beracun dan ubur-ubur .2
3.   Pemanasan Laut
a.     Diperkirakan 90% panas dari gas-gas rumah kaca selama 50 tahun terakhir telah terserap oleh lautan, dengan semua cara sampai pada dasar lautan yang dalam. Jika panas yang saat ini terserap ke dalam lautan yang dalam tersebut kemudian berada di atmosfer, suhu lingkungan kita akan naik sebesar 3 derajat Celsius per dekade. Samudra Antartika mengalami pemanasan yang sangat kuat, dan menambah peningkatan permukaan air laut, kedua hal tersebut terjadi melalui perluasan dan mencairnya es ke dalam lautan.11 (Sarah Purkey, an oceanographer at the University of Washington, USA)
b.     Metana beku di bawah dasar laut dapat terlepas dalam jumlah yang sangat besar jika lautan cukup panas, yang kemudian akan membawa pada bencana besar pemanasan lainnya. Ledakan mendadak dari metana yang terlepas juga dapat memicu terjadinya tsunami setinggi 15 meter. Pada tingkatan suhu saat ini, suhu laut diperkirakan dapat meningkat sebesar 5,8 derajat Celsius pada tahun 2100.12 (The Royal Geographical Society. Dr. Mark Maslin, Senior Reader in Geography at University College London and a senior researcher for the London Environmental Change Research Centre, 2005)
c.     Suhu lautan sedang meningkat 50% lebih cepat daripada perkiraan tahun 2007.13,1




BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Perubahan iklim global merupakan malapetaka yang akan datang! Kita telah mengetahui sebabnya - yaitu manusia yang terus menerus menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas bumi.
Kita sudah mengetahui  sebagian dari akibat pemanasan global ini - yaitu mencairnya tudung es di kutub, meningkatnya suhu lautan, kekeringan yang berkepanjangan, penyebaran wabah penyakit berbahaya, banjir besar-besaran, coral bleaching dan gelombang badai besar. Kita juga telah mengetahui siapa yang akan terkena dampak paling besar - Negara pesisir pantai, Negara kepulauan, dan daerah Negara yang kurang berkembang seperti Asia Tenggara.
Selama bertahun-tahun kita telah terus menerus melepaskan karbondioksida ke atmosfir dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi. Hal ini telah menyebabkan meningkatnya selimut alami dunia, yang menuju kearah meningkatnya suhu iklim dunia, dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi juga mematikan. Greenpeace percaya bahwa hanya dengan langkah pengurangan emisi gas rumah kaca yang sistematis dan radikal dapat mencegah perubahan iklim yang dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih parah kepada ekosistem dunia dan penduduk yang tinggal didalamnya.











DAFTAR PUSTAKA

  1. McDermott, M. (2009, December 3). Worst-Case IPCC Climate Change Trajectories Are Being Realized: Copenhagen Climate Congress Concludes. treehugger. Retrieved January, 2011 from

VISI DAN MISI

A. Tujuan Pendidikan IPDN

Pendidikan IPDN bertujuan membentuk kader pamong praja, yang memiliki triple-competence sebagai berikut:

1.        Kemampuan untuk mengelola kebhinekaan bangsa dan nusantara menjadi kekuatan nasional (tunggal ika), memproses persatuan dan melestarikan kesatuan bangsa (Bhineka Tunggal Ika).

2.        Kemampuan untuk berfungsi sebagai conductor (dirigent), yaitu kemampuan untuk mengelola berbagai fungsi dan tugas yang berbeda-beda, mengidentifikasi konflik atau nada sumbang sekecil apapun dan mengoreksinya sehingga tercipta harmoni antar pihak  dan pada gilirannya menghasilkan kinerja maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.

3.        Kemampuan untuk berkoordinasi dengan pihak lain yang fungsinya berbeda dan berfungsi sebagai koordinator antar berbagai satuan kerja yang berlainan yang beroperasi dalam suatu wilayah/daerah.

B.       Visi

Visi yang  ditetapkan  Institut Pemerintahan Dalam Negeri  dalam mewujudkan cita-cita tersebut dalam waktu sepuluh tahun ke depan adalah ”Menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan yang terpercaya dalam mengemban tugas pengembangan ilmu, pembentukan perilaku kepamongan dan penyedia kader pemerintahan yang terampil”.
       

C.       Misi
Untuk mencapai  visi tersebut, maka misi Institut Pemerintahan Dalam Negeri ditetapkan sebagai  berikut:
1.      Mensinergikan kekuatan sivitas akademika Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
2.      Mengembangkan kurikulum berbasis pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan (Jar-Lat-Suh).
3.      Membangun jaringan kerjasama dengan berbagai kalangan yang mampu mendukung pengembangan kurikulum dan implementasinya.
4.      Melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat).
5.      Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
6.      Memberdayakan praja sebagai subyek pendidikan dan aset nasional.

KODE KEHORMATAN PRAJA

Kami Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri adalah:

  • Kader aparatur pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
  • Berjiwa pamong yang  mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa kepada pemerintah Republik Indonesia
  • Sebagai putra Bangsa yang siap mengabdi dan rela berkorban, senantiasa bekerja keras dan pantang menyerah dalam pelaksanaan tugas untuk kepentingan bangsa dan negara
  • Dapat dipercaya, berdisiplin bertanggung jawab, pembela kebenaran/ keadilan dan kejujuran
  • Insan berilmu yang berkemauan dan berkemampuan serta andalan dalam mengisi kemerdekaan.

SEJARAH SINGKAT IPDN

Penyelenggaraan pendidikan kader pemerintahan di lingkungan Departemen Dalam Negeri yang  terbentuk melalui proses perjalanan sejarah yang panjang. Perintisiannya dimulai sejak zaman pemerintahan  Hindia Belanda pada tahun 1920, dengan terbentuknya sekolah pendidikan Pamong Praja yang  bernama Opleiding School Voor Inlandshe Ambtenaren ( OSVIA ) dan Middlebare Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren ( MOSVIA ). Para lulusannya sangat dibutuhkan dan dimanfaatkan  untuk  memperkuat penyelenggaraan pemerintahan Hindia Belanda. Dimasa kedudukan pemerintah Hindia Belanda, penyelenggaraan pemerintahan Hindia  Belanda dibedakan atas pemerintahan yang langsung dipimpin oleh kaum atau golongan pribumi  yaitu  Binnenlands Bestuur Corps  ( BBC ) dan pemerintahan yang tidak langsung  dipimpin oleh kaum atau golongan dari keturunan Inlands Bestuur Corps ( IBC ).            

Pada masa  awal kemerdekaan RI, sejalan dengan penataan sistem pemerintahan yang diamanatkan oleh Undang Undang Dasar  1945, kebutuhan akan tenaga kader pamong praja untuk melaksnakan tugas-tugas pemerintahan baik pada pemerintah pusat maupun daerah semakin meningkat sejalan dengan tuntutan perkembangan penyelenggaraan pemerintahannya. Untuk memenuhi kebutuhan akan kekurangan tenaga kader pamong praja, maka pada tahun 1948 dibentuklah lembaga pendidikan dalam lingkungan Kementrian Dalam Negeri yaitu Sekolah Menengah Tinggi ( SMT ) Pangreh Praja yang kemudian berganti nama menjadi Sekolah Menengah Pegawai Pemerintahan Administrasi Atas ( SMPAA ) di Jakarta dan Makassar.      

Pada Tahun 1952, Kementrian Dalam Negeri menyelenggarakan Kursus Dinas C (KDC) di Kota Malang, dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan pegawai golongan DD yang siap pakai dalam melaksanakan tugasnya. Seiring dengan itu, pada tahun 1954 KDC juga diselenggarakan di Aceh, Bandung, Bukittinggi, Pontianak, Makasar, Palangkaraya dan Mataram. Sejalan dengan perkembangan penyelenggaraan pemerintahan yang semakin kompleks, luas dan dinamis, maka pendidikan aparatur di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan tingkatan kursus dinilai sudah tidak memadai. Berangkat dari kenyataan tersebut, mendorong pemerintah mendirikan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) pada tanggal 17 Maret 1956 di Malang, Jawa Timur. APDN di Malang bersifat APDN Nasional  berdasarkan SK Mendagri No. Pend.1/20/56 tanggal 24 September 1956  yang diresmikan oleh Presiden Soekarno di Malang, dengan Direktur pertama Mr. Raspio Woerjodiningrat. Mahasiswa APDN Nasional Pertama ini adalah lulusan KDC yang direkrut  secara selektif dengan tetap mempertimbangkan keterwakilan asal provinsi selaku   kader pemerintahan   pamong praja yang lulusannya dengan gelar Sarjana Muda ( BA ).

Pada perkembangan selanjutnya, lulusan APDN  dinilai masih perlu ditingkatkan dalam rangka upaya lebih menjamin terbentuknya kader-kader pemerintahan yang ” qualified leadership  and manager administrative ”, terutama dalam menyelenggarakan tugas-tugas urusan pemerintahan umum. Kebutuhan ini mendorong pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan aparatur di lingkungan Departemen Dalam Negeri  setingkat Sarjana, maka dibentuklah Institut Ilmu Pemerintahan ( IIP ) yang berkedudukan di Kota Malang Jawa Timur berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 8 Tahun 1967, selanjutnya dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Nomor 119 Tahun 1967. Peresmian berdirinya IIP di Malang ditandai dengan peresmian oleh Presiden Soekarno pada tanggal 25 Mei 1967.

Pada tahun 1972  Institut Ilmu Pemerintahan ( IIP) yang berkedudukan di Malang Jawa Timur dipindahkan ke Jakarta melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 94 Tahun 1972. Pada tanggal 9 Maret 1972, kampus IIP yang terletak di Jakarta di resmikan oleh Presiden Soeharto yang dinyatakan : ” Dengan peresmian kampus Institut Ilmu Pemerintahan, mudah-mudahan akan merupakan kawah candradimukanya Departemen Dalam Negeri untuk menggembleng kader-kader pemerintahan yang tangguh bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia ”           

Seiring dengan pembentukan IIP yang merupakan peningkatan dari APDN Nasional di Malang, maka untuk penyelenggaraan pendidikan kader pada tingkat akademi, Kementrian  Dalam Negeri secara bertahap sampai dengan dekade tahun 1970-an membentuk APDN di 20 Provinsi selain  yang berkedudukan di Malang, juga  di Banda Aceh, Medan, Bukittinggi, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Lampung, Bandung, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Mataram, Kupang, Makassar, Menado, Ambon dan Jayapura.         

Pada tahun 1988, dengan pertimbangan untuk menjamin terbentuknya wawasan nasional dan pengendalian kualitas pendidikan Menteri Dalam Negeri Rudini  melalui   Keputusan   No. 38 Tahun 1988 Tentang Pembentukan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Nasional. APDN Nasional kedua  dengan program D III  berkedudukan di Jatinangor, Sumedang Jawa Barat yang peresmiannya dilakukan oleh Mendagri tanggal 18 Agustus 1990. APDN Nasional ditingkatkan statusnya  berdasarkan  Kepres No. 42 Tahun 1992 tentang Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri, maka status APDN menjadi STPN dengan program studi D III yang diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 18 Agustus 1992. Sejak tahun 1995, bertititk tolak dari keinginan dan kebutuhan untuk lebih mendorong perkembangan karier sejalan dengan  peningkatan eselonering jabatan dalam sistem kepegawaian Republik Indonesia, maka program studi ditingkatkan menjadi program D IV. Keberadaan  STPDN dengan pendidikan  profesi  ( program    D IV ) dan  IIP yang menyelenggarakan pendidikan  akademik program sarjana  ( Strata I ), menjadikan Departemen Dalam Negeri memiliki dua (2) Pendidikan Pinggi Kedinasan dengan lulusan yang sama dengan golongan III/a.               

Kebijakan Nasional  mengenai pendidikan tinggi sejak tahun 1999 antara lain yang mengatur bahwa suatu Departemen tidak boleh memiliki dua atau lebih perguruan tinggi dalam menyelenggarakan keilmuan yang sama, maka mendorong Departemen Dalam Negeri untuk mengintegrasikan STPDN ke dalam IIP . Usaha pengintegrasiaan STPDN kedalam IIP secara intensif dan terprogram sejak tahun 2003 sejalan dengan dikeluarkannya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pengintegrasian terwujud dengan ditetapkannya Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2004 tentang Penggabungan STPDN ke dalam IIP dan sekaligus merubah nama IIP menjadi Institut Ilmu Pemerintahan ( IPDN ). Tujuan penggabungan STPDN ke dalam IIP tersebu, selain untuk memenuhi kebijakan pendidikan nasional juga untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan kader pamong praja di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Kemudian Kepres No. 87 Tahun 2004 ditindak lanjuti  dengan Keputusan Mendagri No. 892.22-421 tahun 2005 tentang Pelaksanaan Penggabungan dan Operasional Institut Pemerintahan Dalam Negeri, disertai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 29 Tahun 2005 Tentang Organisasi dan Tata Kerja IPDN dan   Peraturan Menteri Dalam Negeri 43 Tahun 2005  Tentang Statuta IPDN serta peraturan pelaksanaan lainnya.          

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2004 tentang Penggabungan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri ke dalam Institut Ilmu Pemerintahan menjadi IPDN, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2009 tentang Statuta Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Bahwa IPDN merupakan salah satu komponen di lingkungan Kementerian Dalam Negeri yang melaksanakan tugas menyelenggarakan pendidikan tinggi kepamongprajaan. Sejalan dengan tugas dan fungsi melaksanakan pendidikan tinggi kepamongprajaan serta dengan mempertimbangkan tantangan, peluang dan pilihan-pilihan strategik yang akan dihadapi dalam lima tahun kedepan, Renstra IPDN 2010-2014 disusun dengan memperhatikan pencapaian program dan kegiatan yang dilakukan agenda pembangunan pada lima tahun terakhir (2005­2009), serta kondisi internal dan dinamika ekternal lingkup IPDN.

Presiden Republik Indonesia pada tanggal 9 April 2007 mengeluarkan kebijakan dengan menetapkan 6 (enam) langkah pembenahan yang segera dilakukan untuk membangun budaya organisasi yang barn bagi IPDN. Kebijakan Presiders memperoleh dukungan dad DPR-RI.

Untuk melaksanakan kebijakan pembenahan, Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan serangkaian kebijakan yaku:

  1. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pembenahan IPDN;
  2. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 890.05-506 Tahun 2007 tentang Pembentukan Tim Implementasi Pendidikan Kader Pemerintahan;

Pada tahap selanjutnya, ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2004 tentang Penggabungan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri Ke Dalam Institut Ilmu Pemerintahan menjadi IPDN mengamanatkan penataan sistem pendidikan tinggi kepamongprajaan meliputi jenis pendidikan, pola pendidikan, kurikulum, organisasi penyelenggara pendidikan, tenaga kependidikan dan peserta didik serta pembiayaan. Pendidikan tinggi kepamongprajaan selain diselenggarakan di Kampus IPDN Pusat Jatinangor, serta Kampus IPDN di Cilandak Jakarta, jugs diselenggarakan di Kampus IPDN Daerah yang menyelenggarakan program studi tertentu sebagai satu kesatuan yang ticlak terpisahkan.

Untuk memenuhi persyaratan menjadi Institut, di IPDN telah dibentuk 2 (dua) Fakultas yaitu Fakultas Politik Pemerintahan yang terdiri dari 2 (dua) jurusan yaitu jurusan Kebijakan Pemerintahan dan Jurusan Pemberdayaan Masyarakat; Fakultas Manajemen Pemerintahan yang terdiri dari 4 (empat) jurusan yaitu Jurusan Manajemen Sumber Daya Aparatur, Jurusan Pembangunan Daerah, Jurusan Keuangan Daerah, dan Jurusan Kependudukan dan Catatan Sipil.

Kampus IPDN di daerah tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja IPDN ditetapkan: Kampus IPDN Manado, Kampus IPDN Kampus Makassar, Kampus IPDN Pekanbaru, dan Kampus IPDN Bukittinggi, yang selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 892.1­829 Tahun 2009 ditetapkan lokasi pembangunan kampus IPDN di daerah yaitu: di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, dan di Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat, serta pada saat ini sedang dipersiapkan pengembangan Kampus IPDN di Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat, Kampus IPDN di Mataram diProvinsi Nusa Tenggara Barat dan Kampus IPDN di Jayapura Provinsi Papua.

Kampus IPDN di daerah sejak tahun 2009 telah melaksanakan operasional pendidikan dengan kapasitas Praja 100 Praja setiap kampus dengan penetapan Jurusan/Program Studi yaitu: pertama, Kampus IPDN di Kab. Agam menyelenggarakan Program Studi Keuangan Daerah, Kampus IPDN di Kab. Rokan Hilir menyelenggarakan program studi pembangunan daerah, Kampus IPDN di Kab. Gowa menyelenggarakan Program Studi Pemberdayaan Masyarakat, sedangkan kampus IPDN di Minahasa direncanakan menyelenggarakan Program Studi Kependudukan dan Catatan Sipil.

Mulai tahun 2010 kebijakan Pendidikan Kepamongprajaan dikonsentrasikan pada Program Diploma IV (D-IV) pada se­mester I, II, 111, IV, V dan VI setelah masuk semester VI I dan VIII dilaksanakan penjurusan dan pengalihan ke Program Strata Satu (S-1). Pada Kampus IPDN di Cilandak Jakarta diselenggarakan Program Pascasarjana Strata Dua (S-2) dan Strata Tiga (S-3), program profesi kepamongprajaan serta kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.